Teungku Chik Awe Geutah: Ulama Sufi dan Penyebar Islam di Aceh

Pendahuluan
Aceh, yang dikenal sebagai Serambi Mekkah, memiliki sejarah panjang dalam penyebaran Islam di Asia Tenggara. Salah satu tokoh penting dalam sejarah ini adalah Teungku Chik Awe Geutah, seorang ulama sufi yang berasal dari Timur Tengah dan menetap di Aceh. Artikel ini mengulas asal-usul, perjalanan hidup, perjuangan, dan warisan Teungku Chik Awe Geutah dalam menyebarkan Islam di Aceh.
Asal Usul dan Latar Belakang
Teungku Chik Awe Geutah, yang nama aslinya adalah Abdul Rahim bin Muhammad Saleh, berasal dari Kan'an, Irak. Ia merupakan seorang ulama sufi yang memutuskan untuk hijrah ke Aceh pada abad ke-13. Keputusan hijrah ini dilatarbelakangi oleh pertentangan antar pemeluk Islam di tanah kelahirannya yang berkaitan dengan perbedaan khilafiyah. Untuk menghindari perpecahan, Abdul Rahim bersama keluarga dan pengikutnya memutuskan untuk mencari tempat baru yang aman untuk menyebarkan Islam.
Perjalanan Hijrah ke Aceh
Perjalanan hijrah Abdul Rahim dan rombongannya tidaklah mudah. Mereka melakukan pelayaran panjang dan menetap sementara di beberapa tempat sebelum akhirnya tiba di Aceh. Dalam pencarian tempat yang tepat untuk menetap, Abdul Rahim melakukan shalat istikharah selama empat malam berturut-turut. Dalam mimpinya, ia melihat cahaya putih yang diyakini berasal dari Desa Geulanggang Labu, yang kemudian menjadi tempat ia mendirikan pemukiman dan menyebarkan ajaran Islam.
Penyebaran Islam di Aceh
Setelah menetap di Desa Awe Geutah, Abdul Rahim mulai menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat setempat. Ia mendirikan dayah (pesantren) sebagai pusat pendidikan Islam dan mengajarkan ilmu tafsir, hadits, fiqih, dan tasawuf. Melalui pendekatan yang damai dan penuh hikmah, ia berhasil menarik banyak pengikut dan memperluas pengaruh Islam di wilayah tersebut.
Hubungan dengan Kesultanan Aceh
Kedatangan Abdul Rahim ke Aceh bertepatan dengan masa pemerintahan Sultan Ali Mughayat Syah. Sultan menyambut baik kehadiran ulama dari Timur Tengah ini dan mengutusnya ke Peusangan untuk menyebarkan Islam. Dukungan dari kesultanan memperkuat posisi Abdul Rahim dalam menyebarkan ajaran Islam dan mendirikan lembaga pendidikan di wilayah tersebut.
Warisan dan Pengaruh
Warisan Abdul Rahim tidak hanya terbatas pada penyebaran Islam, tetapi juga mencakup pembentukan komunitas Muslim yang kuat di Aceh. Keturunannya hingga kini masih bermukim di sekitar makamnya di Awe Geutah, Peusangan. Mereka melanjutkan tradisi keilmuan dan keagamaan yang telah diwariskan oleh Abdul Rahim.
Kesimpulan
Teungku Chik Awe Geutah, atau Abdul Rahim bin Muhammad Saleh, memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Aceh. Melalui pendekatan sufi yang damai dan pendidikan yang mendalam, ia berhasil membentuk komunitas Muslim yang kuat dan berpengaruh. Warisannya masih terasa hingga kini, menjadikannya salah satu tokoh penting dalam sejarah Islam di Aceh.
---
Referensi:
- "Chik Awe Geutah, Intelektual Muda." Acehprov
- Sejarah Singkat Tgk Chiek Di Awe Geutah. SuaraDarussalam.id.
- "Sejarah Teungku Chik Awe Geutah." Scribd.
- "Wisata Religi ke Makam Syekh Abdur Rahim Al-Asyi (Teungku Chik Awe Geutah)." Laduni.id.
- "Tapaki Jejak Sejarah, ISNU Pidie Ziarah Makam Wali di Kota Santri Bireuen." NU Online.

Belum ada Komentar untuk "Teungku Chik Awe Geutah: Ulama Sufi dan Penyebar Islam di Aceh"
Posting Komentar