Menguak Ajaibnya Paya Santewan: Rawa Terlupakan Kini Jadi Surga Wisata!

Kabut pagi masih menggigit lembut saat aku melangkah ke tepian Paya Santewan Indah. Di hadapanku, hamparan air jernih membentang seperti cermin raksasa, memantulkan langit biru dan bayangan Bukit Cinta yang hijau membiru. Seekor bangau putih mengibaskan sayapnya, lalu terbang perlahan menyusuri permukaan air yang tenang. "Inilah rawa yang dulu ditakuti warga," bisikku pada diri sendiri, sulit mempercayai transformasi menakjubkan di depan mata. Desa Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, kini punya mutiara baru yang bersinar terang.
Dari Genangan Air Menjadi Sumber Kehidupan: Kisah Kelahiran Sebuah Destinasi
Kisah Paya Santewan bermula dari sebuah tantangan. Dahulu, lahan ini hanyalah rawa-rawa luas yang dipenuhi semak belukar dan genangan air yang keruh. Warga setempat memandangnya sebagai lahan kurang produktif, bahkan angker. Namun, pandangan itu berubah total pada tahun 2023. Seperti bangau putih yang tiba-tiba menemukan danau indah, Anggota DPR RI H. Ruslan M. Daud melihat potensi yang tersembunyi di balik genangan itu. Melalui dana aspirasi, suntikan dana vital mengalir untuk membangun jalan akses dan infrastruktur dasar. Impian mengubah rawa menjadi taman wisata mulai terwujud.
Bayangkan saja! Kawasan yang sempat diabaikan, dengan kolaborasi warga dan dukungan pemerintah, bertransformasi hanya dalam beberapa tahun. Nama "Bukit Cinta" pun terpilih, terinspirasi dari bukit-bukit hijau yang mengelilinginya seperti pelukan alam. Faktanya, transformasi ini bukan sekadar perubahan fisik, melainkan bukti nyata bagaimana visi dan kerja sama dapat mengubah tantangan menjadi peluang emas bagi desa.
Menjelajahi Pesona: Setiap Sudut Menyimpan Cerita dan Sensasi
Setiap langkah di Paya Santewan seperti membuka halaman baru dalam buku petualangan. Mari kita telusuri bersama:
Menerbangkan Mimpi di Flying Fox: Sentuhan Adrenalin di Atas Rawa
Baru saja diresmikan pada 29 Mei 2025, wahana flying fox ini langsung menjadi magnet utama. Rasakan detak jantungmu berdegup kencang saat kait pengaman terpasang! Kulihat seorang remaja dengan mata berbinar bersiap di platform setinggi 50 meter. "Siap? Tiga... dua... satu... LUNCCCUUUR!" teriak petugas. Tubuhnya melesat seperti burung, menyusuri kabel sepanjang 100-200 meter di atas permukaan air yang memantulkan langit. Sorak-sorai pengunjung di bawah terdengar samar, tenggelam dalam desau angin. Yang melegakan, keseruan ini didukung standar keamanan tinggi hasil uji kelayakan selama sebulan, bekerja sama dengan Jasa Raharja Putra Syariah. Dan yang terbaik? Sensasi terbang ini bisa dinikmati hanya dengan Rp 20.000! Bukankah pengalaman tak terlupakan semacam ini layak dicoba?

Bersahabat dengan Air: Perahu Bebek dan Kesabaran Memancing
Jika flying fox adalah cerita tentang keberanian, maka perahu bebek air adalah puisi tentang kedamaian. Aku memilih sebuah perahu kuning cerah dan mulai mengayuh perlahan. Airnya jernih, terlihat ikan-ikan kecil berenang di bawah. Suara dayung memecah keheningan, ditemani kicau burung dari bukit. Di tepian lain, sekelompok "pancing mania" duduk tenang. Wajah mereka penuh konsentrasi, sesekali tersenyum lebar saat kail tersentak. "Dapat ikan nila lumayan besar tadi pagi," kata seorang bapak ramah saat perahuku melintas. Inilah terapi alam yang sempurna – menyatukan diri dengan ritme tenang air bekas rawa yang kini memberi kehidupan dan hiburan.
Pasar Rakyat: Di Mana Aroma Kuliner dan Semangat Kewirausahaan Berpadu
Setelah puas beraktivitas, aroma sedap menggoda hidungku. Mengikuti bau itu, sampailah aku di Pasar Rakyat Paya Santewan. Sejajar 11 kios dan kafe memamerkan kekayaan kuliner Aceh. Kulihat Ibu Penjual dengan senyum lebar menawarkan kuah pliek u yang baru matang, uapnya mengepul harum. Di kios sebelah, Bapak penjual mengoleskan bumbu pada sie reuboh (daging rebus pedas) yang membuat lidah bergoyang. Inilah denyut nadi ekonomi desa yang sesungguhnya. Wisatawan bukan hanya menikmati makanan, tapi juga langsung memberdayakan warga. Bayangkan, setiap gigitan kuliner otentik ini membantu mengisi kas desa dan menghidupi keluarga! Aku memilih sebuah gazebo kecil menghadap air, menyeruput kopi Aceh sambil menikmati kehangatan matahari sore. Sungguh, kebahagiaan bisa sesederhana ini.
Lebih Dari Sekadar Wisata: Rawa yang Menghidupi Desa
Transformasi Paya Santewan bukan hanya soal pemandangan indah dan wahana seru. Ini adalah kisah tentang pemberdayaan ekonomi yang nyata. Camat Kota Juang, Musni Syaputra, dalam sambutannya saat peresmian flying fox, menegaskan: "Dengan pengelolaan yang baik dan berkelanjutan, Paya Santewan akan menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PAD) yang signifikan. Dana ini vital untuk membiayai pembangunan desa dan program kesejahteraan warga." (aceh.tribunnews.com)
Lihatlah dampak riilnya:
- Lapangan Kerja Terbuka: Anak-anak muda desa yang dulu merantau, kini menjadi petugas tiket, operator wahana, pemelihara kebersihan, dan penjaga keamanan. Pedagang di pasar rakyat adalah ibu-ibu rumah tangga yang kini punya penghasilan mandiri.
- UMKM Desa Bersinar: Kios pasar rakyat menjadi etalase bagi produk lokal. Keripik pisang buatan ibu-ibu PKK, minuman-minuman segar olahan remaja putri, hingga cenderamata sederhana, menemukan pasar langsung di depan mata wisatawan.
- Dampak Berantai Positif: Warung makan di luar kawasan, penginapan sederhana (homestay), jasa ojek, bahkan penjual buah pinggir jalan ikut merasakan geliat ekonomi baru ini.
Merajut Keberhasilan: Kolaborasi sebagai Pondasi Utama
Keuchik Geulanggang Gampong, T. Saifunna, dengan bangga menceritakan rahasia sukses ini saat aku bertemu di gazebo kecil: "Paya Santewan adalah buah manis dari gotong royong. Tanpa kolaborasi, mustahil rawa ini jadi seperti sekarang." Beliau memaparkan benang merah kolaborasi itu:
- Pemerintah: Memberikan pondasi melalui dana aspirasi DPR RI dan dukungan teknis dari pemerintah kecamatan dan kabupaten.
- Swasta Profesional: Menjamin keselamatan dan profesionalitas wahana berisiko seperti flying fox melalui kemitraan dengan Jasa Raharja Putra Syariah.
- Semangat Pemuda Desa: Ide-ide segar dan tenaga penggerak dari anak muda lokal menjadi motor inovasi dan operasional sehari-hari.
- Kesadaran Masyarakat Luas: Keramahan warga sebagai tuan rumah dan kesadaran menjaga kebersihan menjadi citra yang dirasakan langsung oleh setiap pengunjung.
Pesan penting Camat Musni Syaputra patut menjadi kompas: "Kejujuran dan pelayanan ramah adalah kunci keberlanjutan. Jangan sampai citra indah Paya Santewan ternoda oleh praktik pungli atau tarif parkir semena-mena yang membuat wisatawan kapok." Bukankah kepercayaan dan kepuasan pengunjung adalah aset paling berharga bagi destinasi wisata mana pun? (www.bedahnews.com)
Masa Depan yang Dirajut: Bukan Hanya untuk Hari Ini
Paya Santewan tidak berpuas diri. Di balik gemuruh tawa pengunjung flying fox dan gemericik air perahu bebek, tersimpan rencana untuk esok yang lebih baik:
- Wahana Edukasi Ekosistem Rawa: Mengubah pengalaman rekreasi menjadi pembelajaran tentang pentingnya menjaga lingkungan rawa sebagai ekosistem unik.
- Berkemah di Bawah Bintang: Mengembangkan area camping ground di lereng Bukit Cinta, menawarkan pengalaman bermalam di tengah alam.
- Festival Budaya Tahunan: Memanfaatkan lahan luas untuk event kebudayaan, menarik wisatawan dalam skala lebih besar dan memperkenalkan kearifan lokal.
- Paket Wisata Terintegrasi: Bekerja sama dengan biro perjalanan untuk menawarkan paket lengkap, termasuk transportasi dan akomodasi di sekitar Bireuen.
Pengalaman Langsung: Tips Menikmati Pesona Paya Santewan
Sebagai seseorang yang baru saja merasakan magisnya tempat ini, izinkan aku berbagi tip praktis:
- Waktu Terbaik: Pagi hari (08.00-11.00) saat kabut mulai tersibak atau sore hari (15.00-18.00) saat matahari mulai keemasan. Pemandangan sungguh memukau!
- Tiket Ramah Kantong: Flying Fox Rp 20.000 | Perahu Bebek biaya merakyat | Tiket Masuk Kawasan Gratis. Harga terjangkau untuk pengalaman premium.
- Akses Mudah: Hanya sekitar 15 menit dari pusat Kota Bireuen melalui jalan aspal yang mulus. Tanyakan warga, "Jalan ke Bukit Cinta Paya Santewan?" Mereka pasti dengan senang hati menunjukkan arah.
- Fasilitas Pendukung: Parkir luas, musala bersih, toilet terjaga (termasuk untuk bayi!), dan pos kesehatan darurat memberi rasa aman dan nyaman.
- Bawa Perlengkapan: Topi, tabir surya, kamera (pemandangan instagram-able di mana-mana!), dan cukup uang tunai (jaringan EDC masih terbatas).
Gema Kebahagiaan: Suara dari Mereka yang Terpikat
Tidak jauh dariku, seorang ayah bernama Razali dari Lhokseumawe mengangkat jempol sambil menuntun anaknya yang masih bersemangat usai flying fox: "Komplit! Anak-anak senang terbang, saya bisa memancing dapat ikan, istri puas belanja kuliner. Semua ada di satu tempat. Worth it banget perjalanan kami!"
Di kios penjual kopi, seorang mahasiswi asli Geulanggang Gampong, matanya berbinar: "Dulu saya agak malu bilang tinggal daerah sini, karena dibalakang rumah dikenal sebagai rawa terpencil dan bersemak tidak ada yang urus. Sekarang? Saya bangga! Dibelakang Rumah dan Kampung halaman saya jadi destinasi favorit. Ini membuktikan desa pun bisa maju!" Semangatnya sungguh menular.
Epilog: Rawa yang Menghamparkan Harapan
Saat matahari sore mulai turun di balik Bukit Cinta, membelai permukaan Paya Santewan dengan warna jingga keemasan, aku duduk termenung. Rawa yang dulu sepi dan terabaikan ini telah berubah menjadi kanvas hidup, di mana setiap gelombang kecil dari perahu bebek, setiap tawa gembira dari flying fox, dan setiap transaksi di pasar rakyat adalah coretan indah yang menulis ulang sejarahnya.
Paya Santewan Indah adalah bukti nyata bahwa alam bukan warisan statis, melainkan pinjaman yang harus dirawat dan diberdayakan untuk generasi mendatang. Keberhasilannya lahir dari kolaborasi, visi, dan semangat gotong royong. Pengelolaan berkelanjutan dan kesadaran ekologis adalah kunci agar rawa yang telah menjadi surga kecil ini terus mengalirkan berkah bagi Desa Geulanggang Gampong.
Jadi, kapan Anda akan merencanakan perjalanan untuk menyaksikan sendiri kisah transformasi yang luar biasa ini? Rasakan sensasi terbang di atas rawa yang berubah, nikmati ketenangan mengayuh perahu di air jernih, cicipi kelezatan kuliner lokal yang membangkitkan semangat desa, dan jadilah bagian dari cerita keberhasilan ini. Paya Santewan bukan sekadar destinasi; ia adalah simbol harapan dan bukti bahwa keindahan sejati seringkali bermula dari tempat yang paling tak terduga. Bukit Cinta menanti kedatangan Anda, untuk bersama-sama menulis halaman baru dalam kisahnya yang penuh warna. Di bawah sinar bintang yang mulai bermunculan, rawa ini bukan lagi tempat gelap, melainkan permadani luas yang membentangkan impian dan kemakmuran Desa Geulanggang Gampong.
Belum ada Komentar untuk "Menguak Ajaibnya Paya Santewan: Rawa Terlupakan Kini Jadi Surga Wisata!"
Posting Komentar